23.1 C
Indonesia
Selasa, Januari 13, 2026

Mark Up Anggaran Kades ( PJ) WedoroAnom Harus Tanggung Jawab “DriyoRejo GERSIK

TribunPost.co || Gresik – Di duga Mark’up Anggaran Adanya Pembagunan Tempat Pembuangan Sampah( TPS) di desa WedoroAnom kecamatan DriyoRejo Kabupaten Gresik,Rabu 7 januari 2026

Tujuan TPS3R dibangun tentu untuk mengakomodir pengelolaan sampah sejatinya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan memaksimalkan potensi sampah yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali akan tetapi berbeda yang kami temukan di lapangan khusunya Desa wedoroanom

Pemerintah Desa wedoroanom mendapatkan bantuan Anggaran keuangan Dari Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2025 dengan nomer proposal 050/002/437.108.04/2024 dengan perihal pembagunan Gedung pengolahan BANK sampah desa WedoroAnom.Di duga mark up Anggaran

Awak media datang kekantor desa sebagai sosial kotrol akan tetapi kepala desa atau ( Pj)tidak berada di tempat berusaha hubungi melalui Tlp dan WA tidak merespon Ada Giat di luar ” Ungkap Sekdes.

lanjut konfirmasi bahwasanya sudah selesai di kerjakan hanya bangunan pak,itu semua sesuai RAB ” Tuturnya

masih di tempat yang sama Diamnya bapak Sarbini selaku Pj akan menjadi pertayakan besar di karenakan Anggaran Rp 200 juta hanya terlihat pembagunan Gedung berukuran P. 12 x L 6 x T 4 yang berada di dusun wedoroAnom kami pastikan di kemanakan sisa Anggaran pembagunan.( korupsi)

lanjut tanya warga yang gak mau di sebutkan namanya,Padahal “TPS 3R juga berperan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tapi kalau cukup lama juga tidak dioperasikan, kan jadi tanda tanya masyarakat, ada apa ya. Sudah selesai dibangun, tapi tidak ada aktivitas.

Ia juga menyayangkan dana negara yang telah digelontorkan cukup besar, namun hasilnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat masak anggaran sebesar itu hanya pembagunan itu aja“Kalau seperti ini, sama saja pemborosan anggaran. Padahal persoalan sampah di daerah kita cukup serius,” tambahnya.

Pantauan di lokasi, terlihat bangunan TPS berdiri tanpa adanya peralatan pengolahan sampah. Tak terlihat pula aktivitas pengumpulan atau pemilahan sampah oleh petugas.
Hal ini membuat warga sekitar mempertanyakan fungsi dari pembangunan tersebut.

Awak Media mendesak pihak terkait, terutama dinas lingkungan hidup dan pengelola proyek, untuk memberikan penjelasan secara transparan kepada publik. kami juga meminta pengawasan lebih ketat dalam pelaksanaan proyek-proyek lingkungan yang menggunakan dana APBD atay APBN.

karna Sampah ini persoalan serius. Kalau fasilitas yang seharusnya menjadi solusi malah terbengkalai, kita patut khawatir dengan komitmen pemerintah dalam pengelolaan lingkungan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala desa ( Pj ) WedoroAnom belum bisa di konfirmasi saat di hub melalui tlp selelur dan WA tidak merespon,seolah olah”kebal hukum.

kalau memang ada indikasi memanipulasi data atau tindakan korupsi kami akan membuat pengaduan resmi ke DLH, Inspektorat,PMD,Kejaksaan,dan polres supaya ada efek jera kepada kepala desa atau ( Pj) yang dengan sengaja melakukan tidak pidana korupsi. bersambung

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

spot_img