Surabaya,Tribunpost.co – Sekjen ADO (Jatim,) Samuel Grandy Kalengkongan, mengatakan. hal itu sudah dirapatkan
Di internal Kepengurusan Assosiasi Dan kami sepakat untuk Tidak turun aksi.
Mereka sepakat tidak mau terlibat dalam demo dengan tajuk Rakyat Jawa Timur Menggugat, yang diinisiasi oleh Sholeh, salah satu advokad.
“Seluruh rekan-rekan Asosiasi Driver online Jawa Timur, sepakat bahwa tidak akan turun aksi pada tanggal 3 September 2025, katanya melalui sambungan telepon, Rabu 27 Agustus 2025.
Menurutnya, aksi damai, menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum sudah di atur oleh Undang-undang dan tidak dilarang oleh pemerintah.
Namun bila ada driver Ojol yang ingin turut serta mengikuti demo itu, dia menyarankan untuk tidak membawa nama organisasi.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada rekan-rekan agar supaya tidak turun aksi.
Dan Fokus mencari nafkah/Bekerja Tapi bilamana ada yang masih ikut aksi tersebut, kami sarankan agar tidak membawa nama asosiasi,”sebutnya
Samuel beranggapan bahwa dalam demo tersebut rawan ditunggangi kepetingan politik.
Kami sampaikan kepada rekan2 untuk fokus bekerja/mencari nafkah
Sebagai informasi, demo tersebut rencananya digelar di depan Gedung Negara Grahadi pada 3 September 2025. Demo itu dimulai pukul 10.00 WIB.
Ada tiga butir tuntutan yang dibawa mereka untuk menyuarakan pendapatnya. Yakni penghapusan tunggakan pajak kendaraan roda dua dan roda empat.
Mereka juga meminta pada pihak berwajib untuk mengusut dugaan korupsi dana hibah triliunan rupiah, yang diduga melibatkan Gubernur Jatim.
Dengan mengatasnamakan rakyat Jatim, mereka turut meminta untuk dihapuskannya segala bentuk pungutan liar (Pungli) di sekolah SMA/SMK Negeri di Jatim.