GRESIK , TRIBUNPOST.CO
Ketua GMBI Distrik Gresik, Moh. Hudin menyikapi pemberitaan terkait kegiatan pendalaman bidang di wilayah Desa Metatu. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan bertujuan merusak lingkungan, melainkan untuk menambah daya tampung debit air, terutama air hujan. Dengan adanya tampungan air tersebut, masyarakat sekitar diharapkan dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian maupun keperluan lainnya.
Menurut Hudin, selain memberikan manfaat bagi pengelolaan air, pemanfaatan tanah hasil pendalaman juga dapat membantu percepatan pembangunan di desa. Ia menambahkan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga membutuhkan tanah urug yang dapat disiapkan dari hasil kegiatan tersebut.
“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) membutuhkan tanah urug, dan itu bisa kita siapkan dari hasil pendalaman ini sehingga memberi manfaat ganda bagi desa,” ujar Hudin.
Hal tersebut disampaikan Moh. Hudin dalam kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa yang digelar pada Jumat malam (13/2/2026) di Kantor Distrik GMBI, Dusun Purworejo, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan sosial rutin tersebut, GMBI Distrik Gresik menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dan dhuafa dari wilayah sekitar.
Kegiatan santunan juga diisi dengan pengajian serta wejangan kepada anak yatim piatu agar terus meningkatkan semangat belajar, sehingga kelak mampu meraih cita-cita dan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus serta anggota GMBI dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik sebagai wujud kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat kurang mampu.
Melalui kegiatan santunan rutin ini, GMBI Distrik Gresik menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat sekaligus mendorong kegiatan yang berdampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan desa.
( gus_)





