Tribunpost.co – Bengkulu provinsi yg terletak di pesisir barat Sumatera,yang menyimpan lipatan sejarah yang begitu tebal,tapi terlupakan dengan Narasi sejarah nasional yg begitu besar,Bengkulu bukan sekadar rumah bagi bunga raksasa” Rafflesia Arnoldi,melainkan saksi panggung politik internasional dan dinamika kebangsaan yang sangat krusial.

Tetapi sangat disayangkan begitu mudahnya menggantikan suatu sejarah yang sudah melekat di bumi rafflesia dan dirubah nama Bengkulu Bumi Rafflesia ini oleh PENGUASA sekarang yang merasa begitu pintar dan hebatnya dalam sejarah di Bangkahulu ini”(nama dahulu),tetapi itu hanyalah sebuah pencitraan penguasa di provinsi Bengkulu ini.
Dan satu sejarah kerajaan putri gading cempaka,yang titik terangnya dimana saksi sejarah itu berada (makam putri gading cempaka) dan kesimpang siuran keberadaan makam dari putri gading cempaka tersebut,
Dan ada seorang tokoh masyarakat Bengkulu yang namanya sudah tidak asing lagi terdengar ditengah masryakat dan beliau juga pernah menjadi orang no 1 di bengkulu ini”bang Dedy Blek” yang nama aslinya (Dedy Hermansyah)
Dan beliau pernah berkunjung ke Aceh dan menelusuri sejarah di sana,dan beliau bang Dedy Blek di tunjukan oleh seorang kunci makam yg mana makam tersebut adalah makam raja² dari bengkulu,malaysia,dan aceh itu sendiri ,dan beliau melihat ke makam itu,yang bernama (Makam kandang Meuh)yang mana dengan pembuktian prasasti dan makam kuno yg panjang dan besar,didalam prasasti tersebut di urutan pertama bertulisan 1.Anak Raja Putri Raja Bangkahulu.
menurut keterangan dari penjaga makam(kunci) yang berada di Aceh ,nah ini merupakan PR bagi sejarahwan bengkulu untuk menggali lebih lanjut.: penulis”Said Mandai












