Kebakaran Lahan SDHI Dekat Bandara Dhoho di Tengah Angin Kencang, Polsek Tarokan-Damkar-BPBD Berjibaku Jinakkan Api hingga Sisir Bara

Tribunpost.co || KEDIRI – Kobaran api melahap lahan kosong milik SDHI di kawasan landside bagian luar Bandara Dhoho Kediri, Dusun Selang Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kebakaran tersebut membakar vegetasi dan rerumputan kering di lahan yang diperkirakan memiliki luas sekitar 300 meter × 200 meter. Kondisi lahan yang didominasi material kering dan mudah terbakar membuat api harus segera ditangani untuk mencegah kemungkinan meluas ke area lain.

Selain akses menuju titik api yang cukup sulit, kondisi kawasan yang terbuka dan diterpa angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Hembusan angin membuat asap bergerak dan nyala api berpotensi berubah arah dengan cepat, sehingga petugas harus ekstra waspada saat melakukan penyemprotan maupun mendekati titik-titik yang masih terbakar.

Situasi tersebut menuntut kecepatan, kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik. Petugas harus memperhitungkan arah angin serta kondisi vegetasi kering agar proses pemadaman tetap efektif sekaligus mengutamakan keselamatan personel yang berada di sekitar lokasi.

Begitu menerima informasi adanya kebakaran, jajaran Polsek Tarokan Polres Kediri Kota langsung bergerak menuju lokasi. Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., turut turun langsung memantau kondisi sekaligus memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi.

Tak hanya melakukan pengamanan, jajaran Polsek Tarokan juga ikut berjibaku membantu proses pemadaman. Sejumlah personel turun langsung ke area kebakaran dan ikut memegang serta mengarahkan selang air dari mobil pemadam untuk menyemprot titik-titik api dan vegetasi yang terbakar.

Di tengah kepulan asap, medan yang cukup sulit serta hembusan angin yang cukup kencang, personel kepolisian bersama petugas pemadam bahu-membahu melakukan penyemprotan. Petugas harus terus menyesuaikan arah semprotan dengan kondisi api dan pergerakan asap agar pemadaman dapat dilakukan secara maksimal.

Upaya pemadaman kemudian membuahkan hasil. Titik api besar berhasil dipadamkan. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penanganan dilanjutkan dengan penyisiran menuju titik tengah hingga tepian kawasan Bandara Dhoho yang masuk wilayah perbatasan Kecamatan Grogol.

Pada tahap ini, petugas melakukan penyisiran secara manual untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi kembali membesar akibat hembusan angin.

Dengan menggunakan tongkat pemukul atau alat pemadam manual, petugas menyasar bagian-bagian lahan yang masih menyimpan bara. Satu per satu titik diperiksa dan dipadamkan secara manual sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali menyala dan menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan kebakaran. Sebab, meskipun kobaran api utama telah berhasil dikendalikan, bara yang tersembunyi di antara rerumputan kering tetap memiliki potensi menimbulkan titik api baru, terlebih kawasan tersebut terbuka dan masih diterpa angin.

Keterlibatan langsung personel Polsek Tarokan tersebut menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap upaya pemadaman, sekaligus membantu mempercepat pengendalian api agar tidak merambat ke bagian lahan lainnya.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo juga tampak berada di lokasi bersama petugas pemadam kebakaran. Kehadirannya tidak hanya untuk memantau situasi, tetapi juga memastikan personel kepolisian dapat memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sejumlah personel lainnya disiagakan di jalur menuju lokasi, termasuk untuk membantu pengamanan area dan kelancaran pergerakan armada pemadam serta kendaraan tangki air.

Personel Polsek Tarokan yang terlibat dalam penanganan antara lain Wakapolsek Tarokan, Kanit Samapta, personel SPKT serta anggota piket Samapta.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Pam Internal Bandara, Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol dan BPBD Kabupaten Kediri.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran, terlebih lokasi berada di kawasan terbuka dengan vegetasi kering, medan yang tidak mudah dijangkau dan kondisi angin yang dapat memengaruhi pergerakan api maupun asap.

Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, fokus petugas bergeser pada memastikan kawasan benar-benar aman dari bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penyisiran hingga ke tepian area Bandara yang berbatasan dengan wilayah Grogol menunjukkan bahwa penanganan dilakukan tidak sekadar memadamkan kobaran api, tetapi juga memastikan sumber panas yang tersisa benar-benar terkendali.

Kehadiran dan keterlibatan langsung personel Polsek Tarokan di lokasi menjadi bagian dari respons cepat jajaran Polres Kediri Kota di bawah kepemimpinan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., dalam menghadapi kejadian yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan masyarakat.

Kapolres Kediri Kota melalui Kapolsek Tarokan menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.

“Setiap laporan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat harus segera direspons. Dalam kejadian kebakaran, kecepatan informasi, pengamanan lokasi dan koordinasi antarinstansi sangat penting agar api tidak semakin meluas,” ujar AKP Priyo menyampaikan penekanan Kapolres.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan dukungan sesuai situasi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pam Internal Bandara, Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol dan BPBD Kabupaten Kediri. Masing-masing unsur menjalankan tugas sesuai kewenangannya untuk menangani situasi di lapangan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan. Menurutnya, kondisi darurat membutuhkan kekompakan, komunikasi dan koordinasi yang baik agar penanganan berjalan efektif serta tetap mengutamakan keselamatan petugas.

Polsek Tarokan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lahan yang dipenuhi rerumputan dan vegetasi kering.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran terbuka yang berpotensi memicu penjalaran api, terlebih ketika kondisi cuaca dan angin mendukung penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat jangan menganggap sepele api di lahan kosong. Apabila melihat titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas dan jangan menunggu sampai api membesar,” imbau AKP Priyo.

Ia juga meminta masyarakat tidak mendekati titik kebakaran apabila kondisi membahayakan dan menyerahkan proses pemadaman kepada petugas yang memiliki peralatan serta kemampuan sesuai kondisi di lapangan.

Peristiwa kebakaran lahan SDHI tersebut menjadi gambaran pentingnya kecepatan respons dan sinergi lintas instansi. Di lokasi, personel Polsek Tarokan bersama Damkar, BPBD dan Pam Internal Bandara bergerak sesuai tugas masing-masing, bahkan personel kepolisian turut membantu penyemprotan air dari armada pemadam untuk mempercepat pengendalian api.

Meski api besar telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan penyisiran secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tertinggal, terutama di bagian tengah hingga tepian kawasan yang berbatasan dengan wilayah Grogol.

Kondisi angin yang cukup kencang di kawasan terbuka membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Petugas harus tetap memperhatikan arah angin, pergerakan asap dan potensi penjalaran api, sembari memastikan setiap personel bekerja dalam kondisi yang aman.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Kondisi di lokasi terus dipantau oleh petugas.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan memerlukan penelusuran lebih lanjut. Karena itu, tidak ada pihak yang dapat menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum terdapat informasi atau hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa lahan kosong tetap memiliki potensi bahaya, terutama ketika vegetasi dalam kondisi kering dan berada di kawasan terbuka yang memiliki hembusan angin. Kecepatan masyarakat melaporkan titik api, kesiapsiagaan petugas dan kuatnya sinergi lintas instansi menjadi kunci agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *