Tribunpost.co || KEDIRI – Menjaga kerukunan antarumat beragama dan menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Dibutuhkan kepedulian, komunikasi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar persatuan tetap terjaga dan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat itulah yang terus dibangun Polres Kediri Kota di bawah kepemimpinan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. Melalui pendekatan humanis, kepolisian berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat, merangkul seluruh elemen, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Komitmen tersebut diwujudkan Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., melalui kegiatan Minggu Kasih yang dirangkaikan dengan penyampaian imbauan Kamtibmas dalam rangka Program Quick Wins Polri di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Bulusari, Dusun Bulusari Selatan, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut bukan sekadar kunjungan kepolisian ke tempat ibadah. Lebih dari itu, menjadi ruang silaturahmi, dialog, sekaligus wujud nyata kehadiran polisi untuk mendengarkan, merangkul, dan mengajak masyarakat menjadi mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Ibadah Minggu Kasih dipimpin Pendeta GKJW Bulusari, Pdt. Daniel Kurniadi, dengan diikuti sekitar 150 jemaat. Setelah prosesi ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan Kamtibmas oleh Kapolsek Tarokan setelah memperoleh izin dari pendeta dan Majelis Gereja.
Dalam kegiatan tersebut, AKP Priyo Hadistyo didampingi Kanit Intelkam Polsek Tarokan IPTU Dian Eko C. serta Bhabinkamtibmas Desa Bulusari AIPDA Sulistyo W, S.H.
Di hadapan para jemaat, AKP Priyo menyampaikan apresiasi kepada pendeta dan seluruh jemaat GKJW Bulusari yang selama ini turut berperan menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah Kecamatan Tarokan.
Menurutnya, perbedaan keyakinan bukan alasan untuk menciptakan jarak di tengah kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, toleransi, saling menghormati, dan semangat persaudaraan harus terus dirawat sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang damai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pendeta dan seluruh jemaat GKJW Bulusari yang selama ini turut menjaga kerukunan antarumat beragama. Keamanan dan kedamaian tidak bisa dibangun oleh kepolisian sendiri. Dibutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mempererat persatuan,” ujar AKP Priyo.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga kerukunan saat ini tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari derasnya arus informasi di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi, provokasi, hingga isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat memicu kesalahpahaman apabila masyarakat tidak bijak menyikapinya.
Karena itu, jemaat diajak untuk lebih cermat menerima informasi, tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan konten yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Pesan saya, jangan mudah terprovokasi oleh isu SARA maupun berita hoaks yang beredar di media sosial. Periksa terlebih dahulu kebenaran setiap informasi sebelum membagikannya. Jangan sampai karena informasi yang belum tentu benar, hubungan persaudaraan dan kerukunan yang sudah terjalin justru menjadi rusak. Mari kita gunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” pesannya.
Selain menekankan pentingnya toleransi, Kapolsek Tarokan juga mengajak jemaat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Ia mengingatkan bahwa aktivitas ibadah juga perlu diiringi kesadaran menjaga keamanan rumah dan kendaraan. Jemaat diminta memastikan pintu serta jendela rumah terkunci ketika ditinggalkan, menggunakan kunci ganda pada kendaraan, dan menyimpan barang berharga di tempat yang aman.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan. Sebelum meninggalkan rumah untuk beribadah, pastikan pintu dan jendela sudah terkunci. Kendaraan yang diparkir gunakan kunci ganda, serta jangan meninggalkan barang berharga sembarangan. Langkah sederhana ini merupakan bentuk kewaspadaan yang sangat penting untuk mencegah tindak kriminalitas,” imbuhnya.
Lebih jauh, AKP Priyo mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Ajakan tersebut menekankan bahwa keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran petugas, tetapi harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, kepedulian terhadap situasi sekitar, keberanian melaporkan kejadian mencurigakan, serta komunikasi yang baik dengan petugas merupakan bagian penting dari upaya pencegahan gangguan Kamtibmas.
“Jadilah polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Artinya, setiap orang harus memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jangan bersikap acuh apabila melihat sesuatu yang mencurigakan. Kepedulian masyarakat sangat membantu kepolisian dalam melakukan pencegahan sejak dini,” tegasnya.
Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan kepolisian, AKP Priyo juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Jemaat maupun masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan, tindak kriminalitas, atau membutuhkan kehadiran petugas dapat segera menghubungi layanan tersebut maupun Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat agar tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Bisa juga langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas. Jangan menunggu persoalan semakin besar baru melapor. Informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami untuk mengambil langkah cepat sesuai prosedur dan menjaga lingkungan tetap aman,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tarokan turut menegaskan komitmen Polri untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Karena itu, pengamanan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
“Polri berkomitmen memberikan pengamanan terhadap setiap kegiatan ibadah. Kami ingin seluruh jemaat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman tanpa rasa khawatir. Kehadiran polisi bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, membangun komunikasi, serta memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik,” tegasnya.
Menutup kegiatan tersebut, AKP Priyo kembali mengajak seluruh jemaat dan elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan. Ia menekankan bahwa menjaga keamanan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh kepolisian seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh warga.
“Mari kita terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Begitu pula masyarakat membutuhkan kehadiran polisi dalam menjaga keamanan. Dengan komunikasi, kebersamaan, dan saling menghormati, kita dapat menciptakan Kecamatan Tarokan yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Tarokan ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra, pelindung, dan pengayom yang siap membangun komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang dikembangkan Polres Kediri Kota di bawah kepemimpinan AKBP Kresno Wisnu Putranto, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kepercayaan publik melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan mengedepankan persaudaraan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara sehingga kerukunan tidak hanya menjadi slogan, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Polisi Bersama Masyarakat: Merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga Kediri tetap aman serta damai.












