Gresik, Tribunpost.co – Turnamen Penalti Kick digelar di Gelora Akor Muda (GAM), Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang baru pertama kali digelar tersebut berlangsung meriah dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus memperingati ulang tahun ke-3 Gelora Akor Muda Domas.
Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam turnamen yang menggunakan sistem gugur tersebut. Peserta berasal dari tim-tim Sekolah Sepak Bola (SSB) termasuk para legenda sepak bola yang ada di Kabupaten Gresik.
Antusiasme peserta terlihat sejak masa pendaftaran. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan, Mujid Riduan, selaku penyelenggara mengatakan, panitia sebenarnya menerima pendaftaran dari sekitar 40 tim. Namun, karena kuota yang tersedia hanya 32 tim, pendaftaran akhirnya ditutup.
“Yang daftar 40, tapi kuotanya 32. Jadi yang daftar terakhir kita tutup, belum bisa mengikuti,” kata Mujid.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi SSB yang ada di Kabupaten Gresik sekaligus mempertemukan para legenda sepak bola Gresik.
“Event ini merupakan ajang silaturahmi SSB yang ada di Kabupaten Gresik serta para legend sepak bola yang ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Dalam turnamen tersebut, Nusa Gemilang dari Kedamean berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Bintang 9 dari Benjeng. Sementara itu, SS FC yang merupakan dari atau member Domas berhasil meraih juara ketiga, sedangkan posisi keempat ditempati Bebek Balap yang juga merupakan member Domas.
Para pemenang berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan dan trofi. Juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp2 juta plus trofi, juara kedua Rp1,2 juta plus trofi, sedangkan juara ketiga dan keempat masing-masing memperoleh Rp700 ribu plus trofi. Penyerahan trofi dan hadiah langsung diberikan Mujid kepada para juara.
Mujid menjelaskan, ide menggelar turnamen tersebut muncul untuk menjalin kebersamaan dengan SSB sekaligus mempertemukan kembali para legenda sepak bola di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang kembali masa lalu dengan legenda sepak bola Kabupaten Gresik sekitar 30 tahun lalu.
“Kita ingin menjalin kebersamaan dengan SSB, termasuk dengan para legenda sepak bola di Kabupaten Gresik. Sekaligus mengenang kembali memori sekitar 30 tahun lalu saat masih aktif menjadi pemain,” ungkapnya.
Tingginya antusiasme peserta dalam turnamen perdana ini mendapat respons positif dari penyelenggara. Bahkan, melihat jumlah pendaftar yang melebihi kuota, Mujid menyatakan kegiatan serupa direncanakan kembali digelar pada tahun depan.
“Melihat antusiasme para peserta, rencananya event ini akan diagendakan lagi tahun depan,” pungkasnya.
( gust_/Rof )












