Tribunpost.co || KEDIRI KOTA – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk bersikap netral terhadap seluruh organisasi perguruan pencak silat serta mengedepankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima silaturahmi Ketua Umum dan pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parluh 16 Cabang Kota Kediri di Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.15 WIB itu menjadi ruang komunikasi dan konsolidasi antara kepolisian dan pengurus PSHT Parluh 16 untuk memperkuat sinergi, membangun hubungan yang baik, serta menjaga situasi keamanan di wilayah Kota Kediri tetap kondusif.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata, S.T.K., S.I.K., Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., serta Kanit 3 Satintelkam Ipda Didik Tarwanto, S.Sos., bersama anggota.
Sementara itu, rombongan PSHT Parluh 16 dipimpin Ketua Umum PSHT Cabang Kota Kediri Sujoko Adi P., didampingi jajaran pengurus cabang, perwakilan ranting, bidang kehumasan, dewan cabang, serta tim advokasi dan pendampingan hukum.
Dalam sambutannya, Sujoko menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan jajaran Polres Kediri Kota.
Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk mematuhi peraturan yang berlaku serta mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami ingin membangun kerja sama dan hubungan yang baik dengan pihak kepolisian. Kami juga siap mendukung program Kapolres dan berharap ke depan ada sosialisasi hukum agar anggota semakin memahami aturan yang berlaku,” demikian inti penyampaian Sujoko.
Ia juga menyampaikan harapan agar terjalin sinergi antar perguruan pencak silat melalui kegiatan bersama yang bersifat positif. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyelenggaraan kegiatan pencak silat antar perguruan untuk menumbuhkan keakraban, persaudaraan, dan kebersamaan.
Dalam sesi dialog, sejumlah pengurus PSHT Parluh 16 turut menyampaikan pandangan dan masukan terkait netralitas aparat, penegakan hukum, serta upaya membangun hubungan yang harmonis di tengah dinamika organisasi perguruan pencak silat.
Perwakilan pengurus ranting Mojoroto, Mahbuba, berharap netralitas anggota Polri di lapangan senantiasa dijaga agar seluruh perguruan memperoleh perlakuan yang adil sesuai ketentuan hukum. Ia juga mengusulkan kegiatan bersama, seperti kerja bakti membersihkan sungai, sebagai sarana mempererat hubungan antar perguruan.
Selain itu, perwakilan tim advokasi PSHT Parluh 16 menyampaikan pandangan mengenai dinamika organisasi dan keanggotaan dalam lingkungan pencak silat. Mereka berharap komunikasi dengan kepolisian dapat terus terjalin sehingga persoalan yang muncul bisa disikapi secara proporsional berdasarkan aturan yang berlaku.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan bahwa kepolisian tidak memihak kelompok atau organisasi tertentu. Fokus utama Polri adalah menjaga keamanan masyarakat serta memastikan setiap kegiatan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.
“Intinya, kami dari kepolisian tidak memihak siapa pun. Kami hanya ingin situasi keamanan tetap kondusif dan menjalankan tugas sesuai tupoksi. Kami juga siap mendukung kegiatan PSHT ke depan selama kegiatan tersebut positif,” tegas Kapolres.
Terkait dinamika internal organisasi, Kapolres menekankan bahwa penyelesaiannya harus dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan melalui mekanisme yang tepat. Kepolisian tidak akan mencampuri urusan internal organisasi, tetapi tetap berkewajiban mencegah agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, potensi gesekan justru perlu diantisipasi sejak dini, terutama di tingkat anggota bawah yang berinteraksi langsung di lapangan. Karena itu, komunikasi, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta kepatuhan terhadap hukum menjadi hal penting untuk menjaga persaudaraan dan stabilitas keamanan.
Kapolres juga menegaskan bahwa setiap anggota Polri terikat aturan dinas dan memiliki tanggung jawab melayani seluruh masyarakat, bukan kepentingan organisasi tertentu.
“Anggota Polri itu milik masyarakat, bukan milik organisasi apa pun. Jika ditemukan ada anggota kami yang melanggar aturan, silakan laporkan. Tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam menyikapi dinamika yang berkembang di lingkungan perguruan pencak silat, Polres Kediri Kota akan tetap berpegang pada tugas pokok dan fungsi kepolisian serta ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan sikap profesional dan proporsional.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan PSHT Parluh 16 Cabang Kota Kediri. Melalui dialog terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan, seluruh pihak diharapkan dapat berkontribusi menjaga Kota Kediri tetap aman, damai, dan kondusif.
Lebih dari sekadar pertemuan organisasi, komunikasi semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada perselisihan. Semangat persaudaraan, penghormatan terhadap hukum, dan kepedulian terhadap keamanan masyarakat perlu menjadi landasan bersama demi terciptanya kehidupan yang harmonis di Kota Kediri.












