GRESIK, TRIBUNPOST.CO – LSM GMBI distrik Gresik mengenalkan peradaban budaya sekaligus santunan anak yatim piatu, bertempat di Warung Kangen Djadoel, Gg Gayam, RT01/RW01, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Lamongan.
Di era peradaban budaya leluhur Jawa, ada yang namanya zaman Batu dan zaman kayu, masyarakat Jawa yang memiliki filosofi “Nrimo Ing Pandum, Rekoso ing makaryo” yang memiliki makna bekerja keras dan bersyukur atas rejeki yang di limpahkan oleh Tuhan sang pencipta alam semesta yaitu Allah S W T.
Ketua Distrik Gresik Mohammad Hudin S.Pd. saat memberikan edukasi dan motivasi kepada 30 Anak Yatim Piatu setelah selesai menjalankan ibadah sholat magrib berjamaah dan menyantap hidangan yang sudah di pesan di Warung kangen Jadul.
Ia mengatakan,” Bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu di laksanakan di Warung Kangen Jadul ini, dengan tujuan memperkenalkan, mengedukasi, memberikan motivasi serta menikmati suasana kampung Jadul ( sebuah rumah dengan suasana pada era 80an).
Berbagai ornamen kayu lama, atap rajutan dari bambu, ada gebyok, lesung, meja, kursi dan lain lain. Kemudian ada sumur timba dari kayu dan di sekitarnya terdapat tanaman pertanian seperti padi dan tanaman lainnya sangat membuat kesan tersendiri akan masa lampau yang jauh dari hiruk pikuk mesin teknologi modern.
Anak anak yatim piatu kita perkenalkan dan kita edukasi peradapan di zaman dulu dengan filosofi Nrimo Ing Pandum atau selalu bersyukur, adem ayem, tentrem dan gemahripah lohjinawi atau di sebut berkecukupan ungkap Mohammad Hudin.
“Anak Anak ku sekalian,di zaman kalian saat ini adalah Zaman teknologi atau zaman modern, semuanya tersaji secara instan melalui teknologi, oleh sebab itu anak anak ku semuanya harus menguasai teknologi bukan kita yang di kuasai oleh teknologi modern” ujarnya.
Bagaimana kita menguasai Teknologi?, yaitu dengan cara menjaga Moral kita tetap pada sendi budaya , adat dan adab sebagai orang Jawa ( ke arifan lokal) menjaga ketaqwaan kepada Allah S W T adalah kunci utama melalui ibadah sesuai syariat Islam sebagai muslim.
Setelah Selesai pemaparan motivasi, edukasi dan memperkenalkan suasana peradaban era 80an, acara di lanjutkan dengan pemberian Santunan anak yatim piatu di iringi sholawat yang di lantunkan secara bersama sama.
Seluruh Rangkaian acara selesai, anak anak yatim piatu di berikan ijin untuk berkeliling melihat, menikmati suasana warung Kangen jadul dan berfoto bersama sebagai kenang kenangan tentang suasana jadul masa 80an
Bagus yang merupakan anak piatu merasa senang diajak oleh lembaga Swadaya Masyarakat GMBI jalan jalan ke Warung Kangen Jadul.
” Sangat senang,bisa melihat alat pembajak sawah ( brojol ) yang menggunakan hewan untuk menarik alat bajak sawah pertanian. Selain bajak sawah, ada lampu petromax, ada telpon jadul, dan macam macam banyak sekali ,lah..! Sangat senang ” ungkapnya.
Terimakasih kepada Bapak ketua LSM GMBI distrik gresik ( pak Muhammad Hudin ) kami selalu mendapatkan perhatian. Semoga LSM GMBI yang berada di greaik selalu di berkahi kesehatan,rejeki dan juga umur yang panjang untuk berjuang Amal ma’ruf .Aamin, pungkas Bagus.
Melalui kegiatan Pemberian Santunan Anak Yatim ini diharapkan tercipta lingkungan sosial yang peduli terhadap kesejahteraan anak serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pembangunan keluarga yang berketahanan dan berkualitas melalui penguatan fungsi sosial keluarga dan masyarakat.
( gust_ )












