BERITA  

Warga Ikuti Skrining TBC di Desa Menganti, Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis

GRESIK, TRIBUNPOST.CO – Pemerintah Desa Menganti bekerja sama dengan Puskesmas Menganti menggelar kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) di Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 170 peserta, terdiri dari 120 warga Desa Menganti dan 50 warga Desa Hulaan. Pelaksanaan skrining melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Menganti serta didukung oleh 11 kader TBC dari Desa Menganti dan 3 kader TBC dari Desa Hulaan.

Sasaran skrining meliputi penderita TBC, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC, masyarakat yang mengalami gejala TBC, penyandang diabetes melitus, serta balita dengan kondisi gizi kurang. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kasus TBC sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mencegah penyebaran penyakit di tengah masyarakat.

Kepala Desa Menganti Handoko menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan karena kesehatan merupakan aset yang sangat berharga. Ia juga mengapresiasi dukungan Kepala Puskesmas Menganti dr. Estu Putri Tanjungsari beserta seluruh jajaran yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bidan yang turut mensukseskan kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader TBC, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan SSTB. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus secara dini, serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas tuberkulosis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan dapat berjalan lebih optimal untuk menekan angka penularan di Kabupaten Gresik.

Pemerintah kabupaten Gresik sendiri menargetkan eliminasi Tuberkulosis (TBC) tuntas pada tahun 2028, lebih cepat dari target nasional di tahun 2030. Strategi utamanya mencakup program desa atau kelurahan siaga TBC, peningkatan skrining aktif, pembentukan tim penanggulangan tim TBC, serta kolaborasi multisektor antara dinkes, IDI dan perusahaan.

( gust_/Rof )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *