BERITA  

H. Mat Yasin Awards 2026 Sukses Digelar, Tiga Pecatur Bawa Pulang Sepeda Motor

GRESIK, TRIBUNPOST.CO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gresik berlangsung semarak melalui Turnamen Catur H. Mat Yasin Awards 2026. Kegiatan yang digelar di Liter Coffee Cafe & Resto, Jalan Raya Klotok, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, tersebut mempertemukan pecatur dari berbagai daerah dalam kompetisi yang mengedepankan konsentrasi, strategi, ketelitian, dan sportivitas.

Turnamen yang diselenggarakan H. Mat Yasin tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di atas papan catur, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus bagian dari upaya mendorong pembinaan olahraga catur.

Sebanyak 31 pecatur terbaik melanjutkan persaingan ke babak lanjutan yang berlangsung dalam lima putaran untuk menentukan tiga besar turnamen. Kompetisi juga diikuti atlet Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) serta pecatur yang membawa nama daerah masing-masingmasing-masing, minggu (16/8/2026)

Sejumlah peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Raden Syaifudin dari Denpasar, Bali, dan Arya Wisang Hakasa dari Kota Batu, Malang. Peserta lainnya juga datang dari berbagai daerah dan latar belakang di Indonesia.

Keikutsertaan atlet catur disabilitas menjadi salah satu hal yang menarik dalam turnamen tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing dalam kompetisi. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga catur dapat menjadi arena kompetisi yang inklusif bagi berbagai kalangan.

H. Mat Yasin selaku penyelenggara memberikan perhatian terhadap keberlanjutan turnamen serta pembinaan pecatur. Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan ruang kompetisi yang lebih luas, termasuk bagi pecatur muda dan atlet disabilitas.

Selain mengasah kemampuan, olahraga catur dinilai memiliki peran dalam pembentukan karakter karena membutuhkan konsentrasi, kesabaran, ketelitian, perencanaan strategi, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

Pelaksanaan turnamen juga mendapat apresiasi dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Gresik. Ketua Percasi Gresik H. Suharto menilai kompetisi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjaga semangat para pecatur dalam mengembangkan kemampuan.

Apresiasi juga datang dari Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu. Ketua Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu, Hadi, turut memberikan perhatian terhadap kegiatan olahraga tersebut. Menurutnya, turnamen catur tidak hanya berkaitan dengan persaingan, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun semangat positif di masyarakat.

Turnamen Catur H. Mat Yasin Awards 2026 menyediakan hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor bagi pecatur yang berhasil menempati posisi tiga besar.

Juara pertama diraih Arya Wisang Hakasa dari Kota Batu, Malang, yang memperoleh hadiah Honda New Vario 150 CC. Posisi juara kedua ditempati Raden Syaifudin dari Denpasar, Bali, dengan hadiah Honda Beat. Sementara Fikri Syaifudin dari Gresik berhasil meraih juara ketiga dan mendapatkan hadiah Honda Vario 125 CC.

Tidak hanya tiga besar, pecatur yang menempati posisi juara IV hingga X juga memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi dari penyelenggara. Penyerahan tiga hadiah utama berupa sepeda motor dilakukan H. Mat Yasin kepada para juara dan turut didampingi Ketua Percasi Gresik serta Ketua Panitia Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu.

Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kemampuan peserta selama mengikuti kompetisi. Besarnya hadiah yang disediakan juga menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan motivasi kepada pecatur untuk terus meningkatkan prestasi.

Turnamen Catur H. Mat Yasin Awards 2026 sekaligus menjadi salah satu kegiatan positif dalam mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mempertemukan pecatur dari berbagai daerah, kegiatan tersebut turut mendorong semangat berkompetisi secara sehat, mempererat silaturahmi, serta membuka ruang bagi lahirnya pecatur-pecatur berprestasi.

Dengan keterlibatan pecatur umum, atlet Percasi, pecatur muda, hingga atlet disabilitas, turnamen tersebut menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama yang terbuka dan inklusif bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pecatur memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, serta mengembangkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

( gust_/Rof )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *