GRESIK, TRIBUNPOST.CO – Program Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di UPT SDN 237 Gresik yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, berjalan lancar.
Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat belajar sejak hari pertama.
Kepala UPT SDN 237 Gresik, Luluk Mariyati, mengatakan keberhasilan pelaksanaan MPLS tidak lepas dari persiapan yang telah dilakukan jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, tim MPLS telah menyusun perencanaan secara matang sejak Juni 2026 agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan.
Selain mempersiapkan materi dan rangkaian kegiatan, sekolah juga mengundang orang tua peserta didik baru pada 1 Juli 2026 untuk mengikuti sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS Ramah. Langkah tersebut dilakukan agar orang tua memahami konsep MPLS sekaligus dapat mendukung proses adaptasi anak selama berada di lingkungan sekolah.
Dukungan orang tua pun terlihat nyata selama pelaksanaan kegiatan. Pada hari pertama dan kedua, para wali murid mendampingi putra-putrinya mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan sekolah. Bahkan pada hari kedua, orang tua ikut berpartisipasi dalam kegiatan bertema Pagi Ceria melalui senam bersama, permainan edukatif, dan mewarnai bersama anak. Luluk mengungkapkan, momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan selama pelaksanaan MPLS tahun ini.
“Momen para orang tua mendampingi anaknya saat kegiatan Pagi Ceria menjadi yang paling berkesan. Mereka rela mengenakan pakaian olahraga dan ikut senam bersama mendampingi anak-anaknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan orang tua dalam MPLS memang menjadi salah satu ketentuan dalam petunjuk teknis pelaksanaan MPLS Ramah. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan keluarga, proses adaptasi siswa baru diharapkan berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan.
Menurut Luluk, pelaksanaan MPLS tahun ini juga semakin mudah karena pemerintah telah menyediakan buku rujukan yang menjadi pedoman bagi sekolah.
“Tahun ini ada buku rujukan MPLS. Jadi kita tinggal memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan sekolah, dan ini sangat memudahkan pihak sekolah dalam menjalankannya,” katanya.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian MPLS, pihak sekolah melihat perkembangan positif dari peserta didik baru. Luluk menilai tingkat kemandirian siswa tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut kemungkinan juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar anak saat menempuh pendidikan di taman kanak-kanak (TK).
Melalui MPLS Ramah, sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib, visi dan misi sekolah, serta mampu beradaptasi dengan guru maupun teman sebaya. Harapan akhirnya, para siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik hingga lulus sebagai generasi yang memiliki kompetensi sesuai delapan profil lulusan yang menjadi tujuan pendidikan.
Pelaksanaan MPLS Ramah di UPT SDN 237 Gresik menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan, aman, dan bermakna bagi peserta didik baru.
( gust_/Rof )












