BERITA  

Damkar Gresik Gelar Pembinaan Redkar di Benjeng, Perkuat Peran Relawan dalam Pencegahan Kebakaran

GRESIK, TRIBUNPOST.CO – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran menggelar kegiatan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tahun 2026 di Aula Kecamatan Benjeng, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan serta memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik H.M. Suyono, S.H., S.Sos., M.M., jajaran tim pemadam kebakaran, anggota DPRD Gresik, Sekretaris Kecamatan Benjeng Sudarmanto, S.Sos., Kasi Trantib Kecamatan Benjeng, serta 46 peserta relawan pemadam kebakaran dari 23 desa se-Kecamatan Benjeng.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan pembinaan, materi teknis, serta penguatan kapasitas terkait pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang layanan kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, H.M. Suyono, menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah bersedia menjadi bagian dari relawan pemadam kebakaran. Menurutnya, keberadaan Redkar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan dini kebakaran di lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa menjadi relawan pemadam kebakaran bukan hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga semangat pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, keberadaan Redkar dapat membantu mempercepat respons penanganan keadaan darurat sekaligus meringankan tugas petugas pemadam kebakaran.

“Dengan adanya Redkar, beban tugas pemadam kebakaran dapat dipikul bersama sehingga jangkauan pelayanan darurat menjadi lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Sekcam Benjeng Sudarmanto menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai potensi kebakaran dan langkah-langkah pencegahannya. Menurutnya, upaya pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat bencana telah terjadi.

Ia juga mengingatkan bahwa peran relawan tidak hanya terbatas pada upaya pemadaman, tetapi juga sebagai agen edukasi yang membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.

“Pencegahan yang disosialisasikan kepada masyarakat akan jauh lebih bernilai karena dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran,” katanya.

Sudarmanto berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kebakaran sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, siaga, dan tanggap darurat melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat wilayah, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Gresik Komisi III dari Fraksi NasDem, Catur Dadang Rahardjo ketika dutemui seusai kegiatan mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan pembinaan Redkar di Kecamatan Benjeng. Ia menilai keberadaan relawan pemadam kebakaran sangat penting mengingat perkembangan wilayah dan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Menurutnya, perubahan kawasan yang sebelumnya didominasi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para relawan agar memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran.

Dengan adanya kegiatan pembinaan Redkar ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap tercipta jaringan relawan yang tangguh, terlatih, dan siap membantu penanganan kebakaran serta berbagai kondisi darurat lainnya di tengah masyarakat.

( gust_/Rof )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *