GRESIK, TRIBUNPOST.CO – DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik mulai memetakan sejumlah daerah pemilihan (dapil) yang dinilai berpotensi menambah perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi partai untuk meningkatkan kekuatan politik sekaligus mengembalikan kursi yang hilang pada pemilu sebelumnya.
Pemetaan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik yang digelar di Hotel Khas Gresik, Selasa (4/8/2026). Rakerda juga menjadi momentum konsolidasi internal partai dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menjelaskan bahwa Partai Golkar telah mempersiapkan langkah-langkah politik sejak dini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menambah perolehan kursi di DPRD Kabupaten Gresik.
Menurutnya, upaya tersebut harus diwujudkan melalui kerja politik yang nyata, dengan mendengar aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya dalam kebijakan maupun program partai.
Blegur juga mengungkapkan bahwa Golkar Jawa Timur menargetkan setiap daerah pemilihan di Kabupaten Gresik mampu menyumbangkan sedikitnya satu kursi DPRD. Dengan sembilan dapil yang ada, target minimal yang ingin dicapai adalah sembilan kursi.
Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, mengatakan target tersebut masih berpeluang untuk ditingkatkan. Menurutnya, beberapa dapil memiliki potensi menghasilkan dua kursi sehingga Golkar optimistis dapat mengembalikan kejayaan seperti pada Pemilu 2009 saat berhasil meraih 11 kursi di DPRD Kabupaten Gresik.
Wongso menyebut Dapil Manyar-Bungah dan Dapil Menganti-Kedamean sebagai wilayah yang memiliki peluang besar untuk menyumbang dua kursi karena didukung kader-kader yang dinilai memiliki potensi dan kekuatan elektoral.
Selain itu, Golkar juga memberikan perhatian khusus pada Dapil Duduksampeyan-Cerme yang pada pemilu sebelumnya belum berhasil menghasilkan kursi. Untuk dapil tersebut, partai akan menyiapkan calon legislatif baik dari kader maupun tokoh masyarakat yang dinilai memiliki peluang memenangkan persaingan.
Upaya merebut kembali kursi juga akan difokuskan di wilayah Pulau Bawean. Wongso menjelaskan bahwa Golkar berencana kembali menyiapkan Miftahul Jannah untuk bertarung di dapil tersebut setelah pada pemilu sebelumnya maju sebagai calon legislatif DPRD Jawa Timur.
Dapil Ujungpangkah-Sidayu juga masuk dalam prioritas karena pada pemilu lalu Golkar hanya kalah dengan selisih suara yang tipis. Partai menilai wilayah tersebut masih memiliki potensi besar untuk menambah perolehan kursi pada Pemilu 2029.
Sebagai tindak lanjut hasil Rakerda, DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik akan membuka penjaringan bakal calon legislatif secara terbuka, baik dari kalangan kader maupun masyarakat umum. Menurut Wongso, komitmen dan kesiapan untuk bertarung menjadi syarat utama bagi calon yang akan dipersiapkan menghadapi Pemilu 2029.
Saat ini Partai Golkar memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Gresik. Melalui pemetaan dapil, penguatan konsolidasi organisasi, serta penjaringan calon legislatif sejak dini, Golkar menargetkan mampu meningkatkan perolehan menjadi minimal sembilan kursi pada Pemilu 2029.
( gust_/Rof )












