SURABAYA, TRIBUNPOST. CO – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif berbasis lingkungan.
Salah satunya dilakukan mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat NR-11 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui sosialisasi bertajuk “Inovasi Pemanfaatan Limbah Dapur Menjadi Lindi” di Balai RW 09 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Penasehat Bank Sampah Induk Mojo, Hj. Asri Hardini, yang memaparkan pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk cair organik atau lindi yang bermanfaat bagi tanaman.
Pada kesempatan itu Hj. Asri Hardini menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga seperti sisa sayur, buah, maupun limbah dapur lainnya masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Melalui proses fermentasi sederhana, limbah organik dapat diolah menjadi pupuk cair yang membantu menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat RW 09, kader lingkungan, serta warga sekitar yang mengikuti setiap sesi sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lindi. Peserta juga diperkenalkan secara langsung pada alat, bahan, dan tahapan pengolahan yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan setempat. Kehadiran Lurah Mojo menjadi bentuk apresiasi terhadap peran mahasiswa dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan pemberdayaan warga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Untag Surabaya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah organik sejak dari rumah. Inovasi sederhana seperti pembuatan lindi dinilai mampu menjadi solusi ramah lingkungan yang tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis dan ekologis bagi masyarakat.
Penulis: Abdul Hafiz Faizal







