GRESIK, TRIBUNPOST.CO – Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Gerindra, Kamjawiyono, menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II Tahun 2026 di kediamannya, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selanjutnya akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Kamjawi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pelaksanaan reses tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada mekanisme penyaluran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
“Reses sangat penting agar hubungan antara anggota dewan dengan konstituen tetap terjalin secara berkesinambungan. Sesuai instruksi, pokir dewan tidak lagi menggunakan nominal anggaran, tetapi berupa usulan yang nantinya akan dilaksanakan oleh OPD terkait,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh aspirasi masyarakat tetap akan diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah daerah.
Kamjawi juga meminta seluruh kader Partai Gerindra di wilayah Driyorejo untuk aktif mengawal berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, setiap permasalahan harus segera dilaporkan agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengisi formulir aspirasi yang telah dibagikan dengan baik, khususnya terkait kebutuhan prioritas seperti pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, kesehatan, dan pendidikan.
Selain menyerap aspirasi pembangunan, Kamjawi juga mengajak seluruh kader Partai Gerindra tetap solid dan tidak mudah terpengaruh dinamika politik. Ia menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang perlu didukung bersama.
Menurutnya, upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi diharapkan mampu mengembalikan keuangan negara untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, termasuk MBG dan pembangunan lainnya.
“Saya juga mendukung adanya audit terhadap program MBG sebagai bentuk pemerintahan yang bersih dan transparan tanpa pandang bulu. Mari kita tetap berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo demi kesejahteraan rakyat, khususnya petani dan masyarakat kecil,” tegasnya.
Pada sesi dialog, warga Desa Bambe menyampaikan keluhan mengenai persoalan sampah yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Mereka juga mempertanyakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 33 yang dinilai belum dirasakan manfaatnya.
Sementara itu, Hariyanto, warga Desa Mulung, mengusulkan pembangunan jembatan penghubung Bambe–Mulung yang kerap terdampak banjir saat musim hujan. Ia juga menyoroti buruknya sistem drainase di wilayah tersebut yang menyebabkan genangan air setiap kali hujan deras.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kamjawi menyatakan akan meneruskan persoalan sampah kepada dinas terkait serta memperjuangkan pembangunan jembatan dan perbaikan drainase.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar turut mengusulkan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) karena dinilai penting untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan mencegah tindak kriminalitas.
“Untuk usulan drainase maupun pembangunan lainnya, silakan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar dibuatkan proposal tanpa mencantumkan nilai anggaran. Tugas kami adalah menyampaikan titik usulan tersebut agar dapat diverifikasi oleh tim kabupaten,” Ungkapnya
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Acara dihadiri kader Partai Gerindra, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dari sejumlah desa di Kecamatan Driyorejo yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi demi mendorong pembangunan daerah.
( gust_/Rof )












